Berita Terpercaya untuk Indonesia dan Dunia
BerandaIndonesiaInternasionalPolitikBisnisTeknologiOpini
Warta Nusantara

Warta Nusantara — Premium digital news publication covering Indonesian and international affairs, politics, business, technology, culture, and opinion.

Berita

  • Indonesia
  • Internasional
  • Politik
  • Bisnis

Lainnya

  • Teknologi
  • Opini
  • Tentang Kami
  • Kontak

Legal

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Warta Nusantara. Hak cipta dilindungi.

Diterbitkan untuk publik Indonesia dan internasional.

  1. Beranda
  2. Politik
  3. Hanura Desak Prabowo Bentuk Zaken Kabinet, Evaluasi Kinerja Menteri Menguat
Politik4 menit

Hanura Desak Prabowo Bentuk Zaken Kabinet, Evaluasi Kinerja Menteri Menguat

Partai Hanura mendorong Presiden Prabowo membentuk zaken kabinet dan mengevaluasi kinerja menteri, dengan usulan perombakan pada awal 2027. Desakan itu muncul setelah Gerindra lebih dulu mengantongi daftar 42 menteri dan wakil menteri yang dinilai belum memenuhi KPI.

Adi SaputraTerbit 29 Oktober 2026
Potret resmi Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikannya pada 2024.
Potret resmi Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikannya pada 2024.

Foto: Darwis Triadi & Kementerian Sekretariat Negara / Wikimedia Commons (Public domain)

#Zaken Kabinet#Kabinet Merah Putih#Partai Hanura#Reshuffle Kabinet
Pengungkapan Afiliasi: Artikel ini mungkin mengandung tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan ini, kami mungkin menerima komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mendorong Presiden Prabowo Subianto membentuk zaken kabinet — kabinet yang diisi berdasarkan keahlian, bukan akomodasi politik — sekaligus mengevaluasi menyeluruh kinerja menteri dan wakil menteri. Saran itu disampaikan Wakil Ketua Umum Hanura Patrice Rio Capella pada Rabu (28/10/2026), delapan hari setelah pemerintahan Prabowo–Gibran genap berusia dua tahun dan sepekan setelah sidang kabinet paripurna evaluasi di Istana.

"Sudah saatnya Prabowo membentuk zaken kabinet. Jangan ragu," kata Rio dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi.

Bukan hanya soal ganti orang

Rio menilai dua tahun cukup untuk menilai apakah jajaran kabinet mampu menerjemahkan gagasan presiden menjadi kebijakan yang berjalan di lapangan. Ia menyoroti dua program prioritas, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, yang menurutnya punya tujuan sosial besar tetapi tersendat pada tahap pelaksanaan.

"Persoalannya, pada tingkat aplikasi, apa yang dicita-citakan dan digagas Prabowo sebagai presiden belum bisa diterjemahkan dengan baik oleh para menterinya," ujarnya.

Hanura juga meminta pengisian jabatan menteri tidak lagi bertumpu pada pertimbangan balas budi kepada pendukung kemenangan pemilu presiden, karena kabinet yang gemuk memperpanjang jalur koordinasi.

"Wajah kabinet harus mulai diubah menjadi kabinet profesional agar ide-ide besar presiden bisa diwujudkan oleh para menterinya," tegasnya.

Soal waktu, Rio mengusulkan perombakan dilakukan pada awal 2027 agar APBN 2027 dijalankan menteri yang dinilai mampu mengeksekusi program presiden. Ia mengingatkan Presiden masih memiliki sekitar dua hingga tiga tahun sebelum periode politik menjelang Pemilu 2029 memanas.

Delapan reshuffle dalam dua tahun

Usulan itu muncul di tengah catatan panjang perombakan kabinet. Disway mencatat delapan kali reshuffle Kabinet Merah Putih dalam rentang Februari 2025 hingga Oktober 2026, dengan Oktober 2026 sebagai bulan tersibuk.

Kompas.com mencatat tiga kali perombakan dan pelantikan pejabat pada dua pekan pertama bulan ini: 16 posisi pada 1 Oktober 2026, pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden sehari kemudian, lalu sembilan pejabat pada 15 Oktober 2026 yang mencakup pimpinan badan, empat wakil menteri, Wakil Panglima TNI, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Hingga kini pemerintah belum menjelaskan alasan di balik rangkaian itu.

Rio menilai reshuffle yang berulang justru perlu menjadi bahan evaluasi untuk melihat keselarasan antara gagasan presiden dan pelaksanaan kebijakan.

Evaluasi juga datang dari Gerindra

Kritik serupa datang dari partai pengusung Prabowo sendiri. Juru Bicara DPP Partai Gerindra Kamrussamad mengaku partainya telah mengidentifikasi 42 menteri dan wakil menteri yang dinilai belum memenuhi indikator kinerja utama (KPI) kementerian.

"Data sementara menunjukkan ada 42 menteri dan wamennya itu tidak kerja berdasarkan KPI yang ada," kata Kamrussamad di Petogogan, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026). Ia menyebut hasil kajian itu akan diserahkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan, meski keputusan akhir tetap milik kepala negara.

Dalam diskusi BIG Consensus 2026, ia juga menilai koordinasi dan implementasi kebijakan belum berjalan sebaik rencana pada dua tahun pertama.

Kasus hukum dan posisi Istana

Tekanan evaluasi menguat bersamaan dengan sejumlah perkara hukum yang menyeret pejabat. Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program MBG 2025–2026. Sehari kemudian, KPK menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim dalam perkara dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dua kali tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan PT Summarecon Agung di Bogor. Hingga Rabu (28/10), KPK belum merinci jadwal pemeriksaan berikutnya.

Istana belum mengumumkan rencana perombakan. Mensesneg Prasetyo Hadi, juru bicara Presiden, terakhir menegaskan belum ada rencana reshuffle pada 10 Agustus 2026 dan menyebut evaluasi serta pengawasan kabinet "tidak selalu kemudian berujung dengan adanya reshuffle".

Prabowo sendiri memimpin sidang kabinet paripurna di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan pada 21 Oktober 2026 untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan. Dalam arahannya, ia meminta karhutla diusut tuntas hingga dugaan keterlibatan korporasi serta memerintahkan pemberantasan penyelundupan. Tidak ada pengumuman perubahan susunan kabinet dalam forum itu.

Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden. Yang berubah dalam sepekan terakhir adalah arah tekanannya: kritik kini datang dari dalam koalisi pendukung pemerintah — Hanura menegaskan dukungannya terhadap Prabowo, sekaligus menuntut perubahan pola rekrutmen menteri dan jadwal perombakan.

Sebelumnya DPR juga menuntut evaluasi menyeluruh setelah BNPB dirombak di tengah penyidikan KPK, sementara pemerintah masih menggodok definisi tindak pidana korupsi bersama DPR.

Sumber

  • Hanura Dukung Evaluasi Kinerja Para Menteri, Presiden Sudah Saatnya Bentuk Zaken Kabinet
  • Hanura Beri Saran ke Prabowo: Harus Tegas, Jangan Lagi Pilih Kabinet karena Pertimbangan Balas Budi
  • Hanura: Saatnya Prabowo Bentuk Zaken Kabinet, 2 Tahun Emas Menanti
  • 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini 8 Reshuffle Kabinet Merah Putih Sejak Februari 2025 hingga Oktober 2026
  • Tiga Kali Reshuffle pada Oktober, Apa yang Ingin Dikejar Prabowo?
  • Gerindra Kantongi 42 Menteri dan Wamen untuk Dievaluasi
  • 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kabinet Belum Efektif, DPR Desak Presiden Evaluasi Total
  • 4 Pejabat Tersandung Korupsi dalam Sehari, Eks Kepala BGN-Wamen Imipas
  • Dua Kali Mangkir, Belum Jelas Kapan KPK Panggil Menteri Nusron di Kasus Suap HGB Summarecon
  • Mensesneg kembali tegaskan belum ada rencana reshuffle kabinet
  • Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ini Lima Arahan Prabowo yang Disampaikan
  • Hanura tegaskan dukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Bagikan𝕏FBWA
Adi Saputracontributor

Berita Terkait

PolitikDPR Buka Peluang Revisi UU Tipikor Seusai Luhut Paparkan Empat Usulan DEN29 Okt 2026PolitikJokowi Dijadwalkan Bersaksi di Sidang Roy Suryo 5 November 202629 Okt 2026PolitikJadwal Sidang Ijazah Gibran di PTUN dan Perkembangannya29 Okt 2026PolitikApa Itu RUU Perampasan Aset dan Kapan Disahkan?28 Okt 2026