Berita Terpercaya untuk Indonesia dan Dunia
BerandaIndonesiaInternasionalPolitikBisnisTeknologiOlahraga
Warta Nusantara

Warta Nusantara — Premium digital news publication covering Indonesian and international affairs, politics, business, technology, culture, and opinion.

Berita

  • Indonesia
  • Internasional
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga

Lainnya

  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak

Legal

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Warta Nusantara. Hak cipta dilindungi.

Diterbitkan untuk publik Indonesia dan internasional.

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Prediksi IHSG 4 November 2026: Uji Level 4.650, Ini 4 Saham Rekomendasi Analis
Bisnis

Prediksi IHSG 4 November 2026: Uji Level 4.650, Ini 4 Saham Rekomendasi Analis

IHSG anjlok 3,78% ke 4.904 pada 3 November 2026, level terendah 6 tahun. Analis memprediksi uji support 4.650-4.750 pada 4 November dengan peluang technical rebound — ini 4 rekomendasi sahamnya.

Adi SaputraTerbit 4 November 2026
Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia

Foto: Nikkei Asia, QUICK / Wikimedia Commons (Public domain)

#Ekonomi#Ihsg#Saham#Bursa Efek

Prediksi IHSG 4 November 2026: Uji Level 4.650, Ini 4 Saham Rekomendasi Analis

IHSG ditutup terjun 3,78% ke 4.904,29 pada Selasa (3/11/2026) — level terendah dalam 6 tahun — usai kehilangan 192,54 poin dari 5.096,83. Rabu ini (4/11/2026), sejumlah analis memprediksi indeks akan menguji support 4.650–4.750 dengan peluang rebound teknikal terbatas jika tekanan jual asing mereda.

Pasar memasuki perdagangan 4 November dengan sentimen masih rapuh: net sell asing berlanjut, sentimen global menekan, namun valuasi murah membuka peluang pembalikan jangka pendek.

Ditutup di 4.904, Jebol Level Psikologis 5.000

Pada penutupan Selasa 3 November 2026, IHSG berada di 4.904,29, merosot 192,54 poin atau 3,78% dibanding penutupan sebelumnya di 5.096,83. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks bahkan sempat menyentuh area 4.963 di sesi I sebelum aksi jual meluas hingga penutupan sore di 16.00 WIB.

Koreksi ini membuat IHSG mencatat level terendah dalam 6 tahun dan kehilangan pijakan psikologis 5.000 yang baru saja dicoba dipertahankan pada sesi sebelumnya.

Tekanan tidak hanya pada indeks. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan dan Telkom ikut tertekan seiring arus jual yang menyebar ke hampir seluruh sektor.

Prediksi 4 November: Uji 4.650–4.750, Waspada Volatilitas

Memasuki Rabu 4 November 2026, analis sekuritas kompak memproyeksikan IHSG rawan menguji support lebih dalam.

Investor.id dan Mediakompeten mengutip proyeksi MNC Sekuritas yang menilai IHSG akan menguji level 4.650–4.750 pada perdagangan 4 November. Meski begitu, tidak menutup peluang technical rebound di kisaran 4.908–4.914 jika ada jeda jual.

Sementara itu, proyeksi lain yang dikutip CNN Indonesia sebelum anjlok 3 November menyebut IHSG bergerak di rentang support 5.012 dan 4.907 dengan resistance 5.328–5.460 — rentang yang kini menjadi acuan jarak pemulihan jika rebound terjadi.

Situs analisis pasar Romisaputra juga mencatat skenario serupa: resistance terdekat 5.050–5.100 untuk penguatan lanjutan, namun hanya valid bila rebound didukung volume transaksi yang menguat.

Dengan kata lain, 4 November dipandang sebagai hari penentuan: apakah IHSG mampu bertahan di atas 4.750 atau justru melanjutkan koreksi menuju 4.650.

Investor Asing Masih Jual Bersih

Faktor penekan utama adalah arus keluar modal asing. Bloomberg Technoz mencatat pada sesi I Selasa 3 November, investor asing membukukan net sell Rp831,55 miliar hingga membuat IHSG turun 2,62% ke 4.963,06 pada siang hari.

Hingga penutupan penuh hari itu, angka net sell tercatat bervariasi antar data intraday: Mediakompeten dan Pusat Data Kontan melaporkan Rp575 miliar di seluruh pasar, sementara InvestorTrust mencatat Rp475 miliar dengan saham BBRI hingga TINS termasuk yang dilepas asing.

Perbedaan angka mencerminkan pencatatan per sesi dan per pasar (reguler, negosiasi, tunai), namun arahnya sama — asing masih mengurangi eksposur ke aset berisiko dan beralih ke instrumen defensif di tengah ketegangan geopolitik global dan tekanan inflasi pangan domestik.

4 Saham Rekomendasi Analis untuk Trading 4 November

Di tengah potensi volatilitas, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk trading pada Rabu 4 November 2026: DEWA, HMSP, INKP, dan MDKA.

Rekomendasi tersebut bersifat trading jangka pendek (bukan ajakan beli jangka panjang) dan relevan bagi investor yang mengantisipasi technical rebound:

  • DEWA — saham energi yang kerap sensitif terhadap pergerakan harga batu bara.

  • HMSP — saham konsumer defensif yang biasanya menarik saat pasar bergejolak.

  • INKP — emiten kertas yang terkait siklus komoditas pulp.

  • MDKA — emiten tambang emas/tembaga yang diuntungkan ketika harga emas menguat (harga Antam naik ke Rp2.541.000 per gram pada 3 November).

Analis lain turut menyebut nama PTBA, ADRO, dan MEDC sebagai saham yang dapat dipantau, terutama bila IHSG mencoba rebound dengan dukungan volume.

Disclaimer: Rekomendasi di atas adalah rangkuman pandangan analis sekuritas per 3–4 November 2026 dan bukan nasihat investasi. Keputusan beli/jual sepenuhnya tanggung jawab investor. Pertimbangkan profil risiko dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum bertransaksi.

Sentimen yang Menekan: Global dan Domestik

Beberapa sentimen yang dikutip media ekonomi sebagai pemicu anjlok 3,78% pada 3 November:

  • Sentimen global: meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong investor mengurangi aset berisiko.

  • Tekanan inflasi pangan: gangguan pasokan akibat El Nino dan harga cabai serta bahan pangan yang mendorong inflasi Oktober ke 3,23% (mepet batas atas BI).

  • Net sell asing berlanjut: arus keluar modal asing yang konsisten sepanjang sesi.

Kombinasi ketiganya membuat IHSG rentan, meski pembukaan 4 November berpeluang mendapat sentimen penyeimbang dari penguatan teknikal setelah koreksi tajam.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini

1. Pantau level 4.750. Jika bertahan, peluang rebound ke 4.908–4.914 terbuka. Jika jebol, risiko uji 4.650 meningkat.
2. Perhatikan volume dan net sell asing intraday. Pembalikan arus asing sering jadi sinyal awal rebound.
3. Kelola risiko. Di pasar volatil, hindari menambah posisi agresif tanpa stop-loss dan tetap diversifikasi.
4. Cek jadwal rilis data. Inflasi pangan dan perkembangan negosiasi global dapat mengubah arah sentimen harian.

IHSG yang sempat anjlok hampir 200 poin dalam sehari mengingatkan bahwa koreksi cepat bisa diikuti pantulan cepat pula — namun pantulan itu belum tentu menjadi tren naik baru. Bagi pemburu peluang trading 4 November, kunci ada pada disiplin level support dan pemilihan saham defensif atau komoditas yang direkomendasikan analis.

Sumber

  • IHSG Terancam Turun ke Level 4.650 pada Perdagangan Rabu
  • IHSG Berpeluang Terangkat Hari Ini
  • Investor Asing Net Sell Rp800 M di Sesi I Jadi Sebab IHSG Turun
  • IHSG Anjlok 3,78 Persen ke Level 4.904 pada 3 November 2026, Ini Penyebabnya
  • Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 4 November 2026
  • IHSG 3 November Ditutup Ambruk ke Level 4.904, Saham Bank Besar hingga Telkom pun Anjlok
Bagikan𝕏FBWA
Adi Saputracontributor

Berita Terkait

BisnisIHSG Ditutup Anjlok 3,78% ke 4.904, Level Terendah dalam 6 Tahun3 Nov 2026BisnisIHSG Hari Ini 3 November 2026: Sempat Sentuh 5.143, Berbalik Turun 1% ke 5.045 di Sesi I3 Nov 2026BisnisHarga Emas Hari Ini 3 November 2026: Antam Naik Rp10.000 ke Rp2.541.000 per Gram3 Nov 2026BisnisHeboh Pajak Digital Berlaku 9 November: Airlangga Bilang Masih Dibahas, DJP Tegaskan Bukan Pajak Baru3 Nov 2026