Berita Terpercaya untuk Indonesia dan Dunia
BerandaIndonesiaInternasionalPolitikBisnisTeknologiOlahraga
Warta Nusantara

Warta Nusantara — Premium digital news publication covering Indonesian and international affairs, politics, business, technology, culture, and opinion.

Berita

  • Indonesia
  • Internasional
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga

Lainnya

  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak

Legal

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Warta Nusantara. Hak cipta dilindungi.

Diterbitkan untuk publik Indonesia dan internasional.

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. IHSG Hari Ini 3 November 2026: Sempat Sentuh 5.143, Berbalik Turun 1% ke 5.045 di Sesi I
Bisnis

IHSG Hari Ini 3 November 2026: Sempat Sentuh 5.143, Berbalik Turun 1% ke 5.045 di Sesi I

IHSG dibuka menguat ke 5.126 pada Selasa 3 November 2026, sempat sentuh 5.143, lalu berbalik turun 1,02% ke 5.045 di sesi I. Tekanan datang dari sektor konsumer dan energi serta saham big cap, di tengah sentimen pemilu sela AS dan harga minyak anjlok.

Adi SaputraTerbit 3 November 2026
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Foto: Bursa Efek Indonesia / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

#Investasi#Ihsg#Bursa Efek Indonesia#Pasar Saham

IHSG Hari Ini 3 November 2026: Sempat Sentuh 5.143, Berbalik Turun 1% ke 5.045 di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil pada perdagangan Selasa, 3 November 2026. Setelah dibuka menguat, indeks berbalik melemah lebih dari 1% di sesi I dan sempat menyentuh level terendah 5.044.

Pergerakan ini memperpanjang fase koreksi setelah IHSG ditutup di 5.096,83 pada Senin (2/11) sehari sebelumnya — sehari setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mengecualikan 81 saham dengan konsentrasi tinggi (HSC) dari perhitungan indeks.

Dibuka Menguat, Lalu Berbalik Merah

Mengacu data Bursa Efek Indonesia pukul 09.00 WIB yang dikutip Kompas.com, IHSG dibuka di level 5.126,53 — naik sekitar 29,7 poin atau 0,58% dari penutupan sebelumnya 5.096,83. Di awal sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi intrahari 5.143,58.

Namun penguatan tidak bertahan lama. CNBC Indonesia melaporkan hingga pukul 09.59 WIB IHSG berada di level 5.045,08, turun 51,75 poin atau 1,02%. Indeks sempat mencoba memantul setelah turun ke kisaran 5.100, tetapi tekanan jual kembali dominan dan IHSG beberapa kali gagal bertahan di atas 5.080 dan 5.060, sebelum mendekati area terendah intrahari 5.044,90.

IDXChannel mencatat pelemahan berlanjut hingga pukul 10.25 WIB, di mana IHSG turun 1,23% ke level 5.034,13.

Beritasatu pada pukul 09.21 WIB juga melaporkan IHSG di zona merah di 5.073,9, turun 22,92 poin atau 0,45% — menunjukkan pelemahan yang bertahan sepanjang pagi.

Transaksi dan Sebaran Saham

Aktivitas perdagangan terpantau ramai. CNBC Indonesia mencatat volume transaksi hingga sekitar pukul 10.00 WIB sebanyak 64,45 juta lot saham dengan nilai transaksi Rp2,40 triliun.

IDXChannel melaporkan nilai transaksi mencapai Rp3,17 triliun dengan volume 8,30 miliar saham pada pukul 10.25 WIB, dengan 507 saham melemah, 179 saham menguat, dan 277 saham stagnan.

Sementara Kompas.com pada pembukaan pukul 09.00 WIB mencatat volume 377,3 miliar saham dengan 316 saham menguat, 106 saham melemah, dan 541 saham belum bergerak — perbedaan angka mencerminkan perbedaan waktu pencatatan dan satuan (lot vs lembar).

Dalam sepekan terakhir, IHSG telah terkoreksi 6,31% dan secara bulanan masih tertekan 16,66%, menurut data IDXChannel.

Sektor dan Saham Penekan

Tekanan datang dari hampir semua sektor utama. CNBC Indonesia menyebut sektor konsumer non-primer (konsumer siklikal/kritikal) anjlok 1,8%, disusul sektor energi turun 1,5% dan sektor infrastruktur turun 1,4% pada sesi I.

Saham-saham pemberat indeks yang disebut antara lain PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).

Sementara saham penekan koreksi menurut laporan yang sama mencakup PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Di awal sesi, saham big cap perbankan sempat menguat — BBCA naik 1,41% ke 5.050, BBNI naik 0,91% ke 3.320, BBRI naik 0,71% ke 2.840, dan BMRI naik 0,54% ke 3.720 — sebelum akhirnya terseret pelemahan indeks.

Indeks lain kompak menguat di pembukaan: LQ45 naik 0,89% ke 522,49, IDX30 naik 0,83% ke 293,65, dan KOMPAS100 naik 0,91% ke 663,05, menurut Kompas.com.

Sentimen Hari Ini: Pemilu Sela AS, Harga Minyak Anjlok, dan Rapat KSSK

CNBC Indonesia merangkum empat sentimen yang membayangi pasar hari ini:

1. Pemilu sela AS digelar 3 November 2026. Demokrat berupaya merebut kendali Kongres di tengah merosotnya popularitas Presiden Donald Trump. Lebih dari 57 juta warga AS telah memberi suara lebih awal hingga Senin, melampaui 46 juta pada pemilu sela 2022, menurut University of Florida Election Lab.

2. Harga minyak anjlok lebih dari 7% pada Senin (2/11). Brent turun 7,63% ke US$104,77 per barel dan WTI turun 7,36% ke US$96,46 per barel, seiring harapan meredanya konflik AS–Israel–Iran setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan menempuh dialog dan Presiden Trump menyebut kesepakatan damai mungkin tercapai. Bagi Indonesia sebagai importir neto minyak, penurunan ini berpotensi meringankan tekanan APBN dan inflasi.

3. Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (3/11). Pasar menanti asesmen sistem keuangan kuartal III dan kemungkinan kebijakan baru, terutama terkait kejatuhan pasar modal dan rupiah belakangan ini serta dampak aturan baru pasar modal.

4. PMI Manufaktur China versi RatingDog turun tipis ke 52,0 pada Oktober 2026 dari 52,1 pada September — masih di atas perkiraan pasar 51,6 dan menandai ekspansi 11 bulan beruntun, dengan produksi tumbuh tercepat dalam enam bulan.

Bisnis.com pada 3 November pukul 10.02 WIB menambahkan konteks domestik: BEI mulai memberlakukan pengecualian saham High Shareholding Concentration (HSC) sejak Senin 2 November. Alih-alih menekan pasar, IHSG justru ditutup menguat 0,79% ke 5.096,83 pada hari pertama penerapan, memberi awal positif untuk November sebelum koreksi sesi I hari ini.

Apa Artinya untuk Investor?

Volatilitas intraday seperti hari ini — dibuka hijau, lalu berbalik merah lebih dari 1% dalam sejam — menandakan pasar masih sensitif terhadap sentimen global dan teknikal jangka pendek, bukan hanya fundamental domestik.

Sepanjang Oktober 2026, IHSG bergerak dalam rentang lebar 4.907 hingga 6.128, menurut data historis Investing.com, sehingga fluktuasi 50–90 poin dalam satu sesi bukan hal luar biasa pada fase koreksi.

Bagi investor ritel, pergerakan sesi I belum mencerminkan penutupan hari. Pantau level penutupan sore, volume akhir, dan hasil konferensi pers KSSK untuk sinyal arah kebijakan. Diversifikasi, batas risiko, dan horizon investasi tetap lebih penting daripada mengejar pembalikan harian.

Disclaimer: Artikel ini menyajikan data pergerakan pasar untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi jual-beli saham. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin bila diperlukan.

Ringkasan Angka Penting 3 November 2026 (Sesi I)

  • Penutupan sebelumnya (2/11): 5.096,83

  • Pembukaan (3/11): 5.126,53 (+29,7 / +0,58%)

  • Tertinggi intrahari: 5.143,58

  • Terendah intrahari (hingga 09.59 WIB): 5.044,90

  • Posisi pukul 09.59 WIB: 5.045,08 (-51,75 / -1,02%)

  • Posisi pukul 10.25 WIB (IDXChannel): 5.034,13 (-1,23%)

Sumber

  • IHSG dan Deretan Saham Pilihan di Tengah Ujian HSC
  • IHSG Hari ini Dibuka Merah, 273 Saham Jatuh
  • IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Sederet Saham Big Cap Jadi Beban
  • IHSG Hari Ini (3/11) Dibuka Menguat 0,58 Persen ke Level 5.126,53
  • Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya
Bagikan𝕏FBWA
Adi Saputracontributor

Berita Terkait

BisnisHarga Emas Hari Ini 3 November 2026: Antam Naik Rp10.000 ke Rp2.541.000 per Gram3 Nov 2026BisnisHeboh Pajak Digital Berlaku 9 November: Airlangga Bilang Masih Dibahas, DJP Tegaskan Bukan Pajak Baru3 Nov 2026BisnisInflasi Oktober 2026 Capai 3,23%: Cabai dan Pangan Jadi Pendorong, Mepet Batas Atas BI2 Nov 2026BisnisIHSG Hari Ini 2 November 2026 Ditutup 5.096 usai BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari Perhitungan2 Nov 2026