Berita Terpercaya untuk Indonesia dan Dunia
BerandaIndonesiaInternasionalPolitikBisnisTeknologiOlahraga
Warta Nusantara

Warta Nusantara — Premium digital news publication covering Indonesian and international affairs, politics, business, technology, culture, and opinion.

Berita

  • Indonesia
  • Internasional
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga

Lainnya

  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak

Legal

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Warta Nusantara. Hak cipta dilindungi.

Diterbitkan untuk publik Indonesia dan internasional.

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23%: Cabai dan Pangan Jadi Pendorong, Mepet Batas Atas BI
Bisnis

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23%: Cabai dan Pangan Jadi Pendorong, Mepet Batas Atas BI

BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23 persen, didorong cabai, beras, dan pangan lainnya — masih dalam sasaran BI namun mepet batas atas 3,5 persen.

Adi SaputraTerbit 2 November 2026
Aneka cabai yang dijual di sebuah pasar tradisional
Aneka cabai yang dijual di sebuah pasar tradisional

Foto: Wilfredor / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

#Harga Pangan#Inflasi Oktober 2026#Bps#Harga Cabai

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23%: Cabai Jadi Pemicu, Mepet Batas Atas Target BI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23 persen pada Oktober 2026. Angka itu diumumkan dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta pada Senin (2/11/2026) dan menempatkan inflasi semakin dekat ke batas atas sasaran Bank Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. Secara bulanan, Oktober mencatat inflasi 0,22 persen — IHK bergerak dari 112,31 pada September menjadi 112,56 — sedangkan inflasi tahun kalender (year to date) mencapai 2,40 persen.

Pangan jadi pendorong terbesar

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tahunan 4,82 persen dengan andil 1,40 poin persentase terhadap inflasi umum — andil terbesar di antara semua kelompok pengeluaran.

Sejumlah komoditas yang dominan memberi andil inflasi di kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.

Kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan 4,87 persen dengan andil 0,59 poin persentase, terutama didorong kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, serta biaya pemeliharaan dan servis kendaraan.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 4,52 persen secara tahunan dengan andil 0,32 poin persentase. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu pendorongnya — selaras dengan harga emas Antam yang ikut naik awal pekan ini.

Kenaikan harga pangan ini juga tercermin di pasar: cabai rawit merah tercatat Rp124.400 per kg dan bawang merah Rp70.000 per kg pada 2 November 2026.

Komponen inti beri andil terbesar

Dilihat dari komponennya, seluruh komponen mencatat inflasi tahunan pada Oktober 2026:

  • Inflasi inti 2,56 persen dengan andil 1,64 poin persentase — andil terbesar. Komoditas dominan: emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop, dan pelumas.

  • Harga diatur pemerintah (administered prices) 3,24 persen dengan andil 0,63 poin persentase, didorong bensin, tarif angkutan udara, susu kental manis, dan bahan bakar rumah tangga.

  • Harga bergejolak (volatile food) 5,81 persen dengan andil 0,96 poin persentase, disumbang cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan cabai merah.

Secara bulanan, tekanan harga juga didominasi pangan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 0,51 persen dengan andil 0,15 poin persentase — cabai merah memberi andil 0,13 persen, cabai rawit 0,05 persen, tomat 0,04 persen, serta sawi hijau, labu siam, dan sawi putih masing-masing 0,01 persen.

Tertinggi di Sulawesi Utara, terendah di Jakarta

Dari sisi wilayah, seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan pada Oktober 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 8,07 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di DKI Jakarta sebesar 2,52 persen.

Sebagai perbandingan, inflasi Oktober 2025 tercatat 2,86 persen — sehingga laju tahunan Oktober tahun ini lebih tinggi meski inflasi bulanannya melandai dibanding September 2026.

Masih dalam sasaran BI, tapi perlu diwaspadai

Realisasi 3,23 persen masih berada dalam sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen (rentang 1,5–3,5 persen) untuk 2026. Namun posisinya relatif dekat dengan batas atas, sehingga perkembangan harga pangan dan energi tetap perlu menjadi perhatian.

Pasar merespons data ini secara positif: IHSG ditutup menguat 0,79 persen ke level 5.096,83 pada perdagangan yang sama, antara lain didukung data PMI manufaktur Oktober yang berada di zona ekspansi 54,0.

Sumber

  • Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen, Harga Cabai hingga Sayuran Jadi Biang Kerok
  • Inflasi tahunan Oktober 2026 capai 3,23 persen, pangan jadi pendorong
  • Penyebab Inflasi Oktober 2026 Jadi 3,23% (YoY)
  • Inflasi Tahunan RI 3,23% di Oktober, Mepet Target BI-Pemerintah
  • IHSG Ditutup Menguat ke 5.096, Pasar Respons Positif Data Inflasi & PMI Manufaktur
Bagikan𝕏FBWA
Adi Saputracontributor

Berita Terkait

BisnisIHSG Hari Ini 2 November 2026 Ditutup 5.096 usai BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari Perhitungan2 Nov 2026BisnisHarga Pangan Hari Ini 2 November 2026: Cabai Rawit Tembus Rp124.400, Bawang Merah Rp70.000 per Kg2 Nov 2026BisnisHarga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik Jadi Rp2.531.000 per Gram, Buyback Rp2.286.0002 Nov 2026BisnisRupiah Cetak Rekor Terlemah Rp18.184 per Dolar AS: Kenapa, dan Barang Apa yang Naik Duluan1 Nov 2026