Kabut Asap Mereda, Penerbangan Ketapang–Pontianak Kembali Normal Sejak 31 Oktober
Setelah hampir tiga bulan terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mobilitas udara di Kalimantan Barat mulai pulih. Penerbangan rute Ketapang–Pontianak kembali beroperasi normal sejak Sabtu, 31 Oktober 2026, seiring membaiknya jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang.
Kabar ini menjadi perkembangan terbaru setelah periode gangguan panjang yang sebelumnya membuat puluhan penerbangan pagi tertunda akibat jarak pandang di bawah 1.000 meter. Untuk konteks kondisi sebelumnya, baca laporan kami: Karhutla Belum Padam: 4.497 Hotspot Terdeteksi, Kalimantan Tengah Jadi Titik Panas.
Kabut asap mereda, jarak pandang kembali 6 kilometer
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, mengatakan jarak pandang pada Minggu, 1 November 2026 pukul 07.00 WIB mencapai enam kilometer.
"Penerbangan rute Ketapang-Pontianak sudah normal sejak kemarin, Sabtu 31 Oktober 2026," kata Dwi saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Menurut Dwi, kondisi tersebut sudah cukup baik untuk menunjang aktivitas penerbangan. Pernyataan yang sama dikutip tiga media lokal Kalbar pada 1 November dengan waktu dan angka yang identik, menandakan konfirmasi resmi dari otoritas bandara, bukan klaim sepihak.
Membaiknya jarak pandang menjadi faktor utama pemulihan. Sebelumnya, pada puncak gangguan Agustus 2026, jarak pandang sempat anjlok hingga sekitar 50 meter di Ketapang dan menyebabkan penerbangan dari dan ke Pontianak batal, serta 21 penerbangan pagi di Pontianak mengalami delay dalam rentang 18–21 Agustus 2026.
Penerbangan Ketapang–Pontianak normal: dua kali PP sehari
Dwi menjelaskan, saat ini terdapat dua kali penerbangan pulang-pergi setiap hari untuk rute Ketapang–Pontianak. Jadwal tersebut kembali berjalan stabil setelah sempat tidak menentu selama berbulan-bulan.
Pemulihan rute pendek ini penting bagi warga Ketapang yang memiliki kepentingan pekerjaan, pendidikan, dan urusan keluarga di Pontianak sebagai ibu kota provinsi. Warga setempat menyambut positif kembalinya jadwal normal.
Putra, warga Ketapang, mengaku senang perjalanan udara menuju Pontianak kini kembali lancar setelah sebelumnya kerap terganggu kabut asap. Ia berharap kondisi cuaca dan jarak pandang terus membaik sehingga penerbangan dapat berlangsung stabil tanpa kembali terkendala asap karhutla.
Rute Ketapang–Jakarta menyusul 4 November
Untuk rute jarak jauh, penerbangan Ketapang–Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma dijadwalkan kembali beroperasi pada 4 November 2026. Jadwal ini disampaikan Dwi bersamaan dengan konfirmasi normalnya rute Ketapang–Pontianak.
Hingga rute Jakarta dibuka kembali, penumpang jarak jauh masih mengandalkan transit via Pontianak terlebih dahulu.
Apa artinya bagi penumpang hari ini?
Bagi Anda yang berencana terbang dari atau ke Ketapang pada awal November:
- Rute Ketapang–Pontianak: sudah normal sejak 31 Oktober, tersedia 2x PP per hari. Tetap cek pembaruan cuaca bandara pada pagi hari, karena kabut tipis masih mungkin muncul dini hari.
- Rute Ketapang–Jakarta (Halim): belum beroperasi hingga 3 November; jadwal langsung dibuka 4 November. Jika harus berangkat sebelum tanggal itu, siapkan rute transit Pontianak.
- Faktor asap masih dinamis: pemulihan jarak pandang ke 6 km adalah indikator membaik, tetapi karhutla di Kalimantan belum sepenuhnya padam. Pantau informasi resmi BMKG dan otoritas bandara untuk perubahan mendadak.
Pemulihan penerbangan Ketapang–Pontianak menandai jeda yang dinanti setelah periode gangguan terpanjang tahun ini. Jika kondisi udara tetap stabil, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kalbar diperkirakan kembali lancar pada minggu pertama November.
