Berita Terpercaya untuk Indonesia dan Dunia
BerandaIndonesiaInternasionalPolitikBisnisTeknologiOpini
Warta Nusantara

Warta Nusantara — Premium digital news publication covering Indonesian and international affairs, politics, business, technology, culture, and opinion.

Berita

  • Indonesia
  • Internasional
  • Politik
  • Bisnis

Lainnya

  • Teknologi
  • Opini
  • Tentang Kami
  • Kontak

Legal

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Warta Nusantara. Hak cipta dilindungi.

Diterbitkan untuk publik Indonesia dan internasional.

  1. Beranda
  2. Indonesia
  3. Anak Krakatau Erupsi 7 Kali Semalam, Status Siaga: Amankah Warga Banten dan Lampung?
Indonesia

Anak Krakatau Erupsi 7 Kali Semalam, Status Siaga: Amankah Warga Banten dan Lampung?

Gunung Anak Krakatau erupsi 7–14 kali pada 31 Oktober 2026 (18.30–20.50 WIB), status tetap Level III Siaga. Badan Geologi melarang masuk radius 5 km, bantah isu tsunami, dan warga Pulau Sebesi tak dengar letusan.

Adi SaputraTerbit 1 November 2026
Gugusan Pulau Anak Krakatau di Selat Sunda
Gugusan Pulau Anak Krakatau di Selat Sunda

Foto: Raviansyah Jawindra / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

#Anak Krakatau#Erupsi#Pvmbg#Siaga#Selat Sunda
Pengungkapan Afiliasi: Artikel ini mungkin mengandung tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan ini, kami mungkin menerima komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.

Anak Krakatau Erupsi 7 Kali Semalam, Status Siaga: Amankah Warga Banten dan Lampung?

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali berulah. Pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, gunung itu erupsi berulang antara pukul 18.30 hingga 20.50 WIB — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 7 kali erupsi, sementara data Magma Indonesia mencatat 14 laporan aktivitas dalam rentang yang sama. Statusnya tetap Level III (Siaga).

Pertanyaan yang ramai dicari: apakah erupsi ini berbahaya dan memicu tsunami? Jawaban resmi Badan Geologi: jangan percaya isu tsunami, pantai Banten dan Lampung aman beraktivitas — dengan catatan mematuhi larangan masuk radius 5 kilometer.

Kronologi erupsi Sabtu malam

Berdasarkan laporan PVMBG Badan Geologi yang dikutip detikNews, Sabtu (31/10/2026) pukul 21.38 WIB:

  • 18.30 WIB — tinggi kolom erupsi tidak teramati, tidak terdengar dentuman dan gemuruh

  • 19.15/19.42 WIB — erupsi kedua, tinggi kolom abu tidak teramati

  • 19.59 WIB — terekam seismogram, amplitudo maksimum 51 mm, durasi 1 menit 10 detik

  • 20.02 WIB — amplitudo 55 mm, durasi 1 menit 57 detik

  • 20.06 WIB — amplitudo 51 mm, durasi 2 menit 36 detik

  • 20.11 WIB — tinggi kolom letusan tidak teramati

  • 20.50 WIB — tinggi kolom abu tidak teramati, erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat

Catatan penting: tidak ada erupsi yang terdengar dentuman atau gemuruhnya — konsisten dengan laporan warga Pulau Sebesi di bawah.

Periode pengamatan siang harinya (12.00–18.00 WIB) juga menunjukkan vulkanisme aktif: asap kawah bertekanan sedang hingga kuat setinggi 50–500 meter di atas puncak, 6 gempa hembusan, 1 gempa frekuensi rendah, 7 gempa hybrid, plus tremor menerus.

Status Siaga artinya apa?

Anak Krakatau berada di Level III (Siaga). Rekomendasi resmi Badan Geologi:

1. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
2. Dilarang masuk radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.
3. Waspada lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer.

Pendeknya: jangan mendekat, tapi warga jauh dari gunung tidak perlu mengungsi.

Benarkah picu tsunami?

Ini pertanyaan paling sensitif mengingat trauma tsunami Selat Sunda 2018. Badan Geologi menjawab eksplisit:

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat."

Badan Geologi menyediakan kontak informasi: PVMBG Bandung (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau (0254) 651449 / 085846324506 di Pasauran, Banten.

Kondisi warga Pulau Sebesi

Pulau Sebesi di Lampung Selatan adalah pulau berpenghuni terdekat dengan Anak Krakatau. Laporan Kompas.com Sabtu malam memberi gambaran menenangkan.

Ketua Rukun Nelayan Sebesi, Hanapi, mengatakan warga tidak mendengar suara letusan atau gemuruh apa pun, dan tidak ada abu vulkanik yang turun malam itu. Kondisi warga aman.

"Di Sebesi tidak terdengar suara letusan atau gemuruh apa pun. Kondisi warga juga aman dan tidak ada abu vulkanik yang turun malam ini," kata Hanapi.

Hanapi menambahkan warga Sebesi memang pernah beberapa kali terkena abu — tapi tidak setiap erupsi berarti abu sampai ke permukiman. Konteksnya: pada 26–27 Oktober 2026, abu vulkanik sempat menyelimuti Pulau Sebesi selama dua hari (mulai terasa sekitar pukul 13.30 WIB), menempel di kendaraan warga — namun aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa dan perairan terpantau normal.

Pola ini konsisten: aktivitas vulkanik terpantau instrumen belum tentu berdampak langsung ke permukiman, meski kewaspadaan tetap wajib.

FAQ

Berapa kali Anak Krakatau erupsi 31 Oktober 2026?
PVMBG mencatat 7 kali erupsi antara 18.30–20.50 WIB; data Magma Indonesia mencatat 14 laporan aktivitas dalam rentang yang sama.

Apa status Anak Krakatau saat ini?
Level III (Siaga) — larangan masuk radius 5 km dari pusat erupsi dan 1 km dari pulau baru di sektor barat laut/tenggara.

Bolehkah wisatawan ke Anak Krakatau?
Tidak — pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius yang ditetapkan.

Sumber

  • Gunung Anak Krakatau Erupsi Belasan Kali, Warga Sebesi Tak Dengar Letusan dan Tak Terkena Abu
  • Gunung Anak Krakatau 7 Kali Erupsi Malam Ini, Status Level Siaga
  • Cerita Warga Pulau Sebesi Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
  • Anak Krakatau Erupsi Dua Kali dalam 45 Menit, Status Siaga
Bagikan𝕏FBWA
Adi Saputracontributor

Berita Terkait

IndonesiaApel Akbar Solidaritas Palestina di Monas Hari Ini: Jadwal, Target 10 Ribu Massa, dan Rekayasa Lalin1 Nov 2026IndonesiaBGN Tangguhkan 6.097 Dapur MBG Mulai 2 November: Kenapa dan Apakah MBG Tetap Jalan?1 Nov 2026IndonesiaKarhutla Belum Padam: 4.497 Hotspot Terdeteksi, Kalimantan Tengah Jadi Titik Panas1 Nov 2026IndonesiaApa Itu Kopdes Merah Putih dan Apa Fungsinya?29 Okt 2026