Harga Pangan Hari Ini 2 November 2026: Cabai Rawit Tembus Rp124.400, Bawang Merah Rp70.000 per Kg
Harga pangan kompak naik pada awal pekan. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional milik Bank Indonesia per Senin, 2 November 2026, mencatat lonjakan di hampir semua kelompok — mulai bawang, beras, cabai, daging, telur, gula, hingga minyak goreng.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang merah dan cabai rawit merah. Di tingkat pedagang eceran nasional, bawang merah melonjak hampir 90% menjadi Rp70.000 per kg dan cabai rawit merah menjadi Rp124.400 per kg. Tren naik ini juga tercatat pada data pembanding Liputan6 yang mencatat cabai rawit merah Rp97.400 per kg, naik dari Rp90.450 pada 29 Oktober 2026 — sinyal bahwa tekanan harga terjadi sepanjang pekan terakhir.
Cabai: rawit merah paling panas
Berdasarkan update PIHPS pukul 09.52 WIB yang dikutip ANTARA, CNBC Indonesia, dan iNews pada 2 November 2026, harga cabai per kg di tingkat pedagang eceran nasional adalah:
- Cabai rawit merah: Rp124.400 per kg, naik 23,72% dibanding sebelumnya
- Cabai merah besar: Rp91.250 per kg, naik 23,9%
- Cabai merah keriting: Rp101.900 per kg, naik 21,17%
- Cabai rawit hijau: Rp52.500 per kg, justru turun 34,86%
Liputan6 dalam laporan terpisah pada pagi yang sama mencatat angka sedikit berbeda namun searah: cabai rawit merah Rp97.400 per kg, cabai merah besar Rp71.700 per kg, dan cabai merah keriting Rp83.250 per kg. Perbedaan angka antar media lumrah karena PIHPS memperbarui data beberapa kali dalam sehari dan basis penghitungan rata-rata nasional bisa bergeser per jam update.
Yang konsisten: cabai rawit merah menjadi yang paling mahal dan mengalami kenaikan terbesar dibanding pekan lalu, dari Rp90.450 per kg pada Kamis, 29 Oktober 2026 menjadi Rp97.400–Rp124.400 pada 2 November, tergantung jam cuplikan data.
Bawang dan beras ikut meroket
Lonjakan paling tinggi secara persentase justru pada bawang:
- Bawang merah: Rp70.000 per kg, naik 89,7%
- Bawang putih: Rp63.150 per kg, naik 63,39%
Untuk beras, semua kualitas naik:
- Beras kualitas bawah I: Rp20.900 per kg, naik 39,8%
- Beras kualitas bawah II: Rp20.450 per kg, naik 38,64%
- Beras medium I: Rp22.300 per kg, naik 35,53%
- Beras medium II: Rp22.350 per kg, naik 35,87%
- Beras super I: Rp23.200 per kg, naik 28,53%
- Beras super II: Rp23.100 per kg, naik 32,38%
Sebagai pembanding, Liputan6 mencatat harga beras yang lebih rendah pada cuplikan yang sama: super I Rp17.100 per kg, medium I Rp16.650 per kg, dan kualitas bawah Rp15.300 per kg. Selisih ini menegaskan pentingnya melihat jam publikasi data PIHPS dan tidak membandingkan harga pagi dengan harga siang secara langsung.
Kenaikan beras relevan dengan dinamika distribusi dan program stabilisasi, di tengah sorotan sebelumnya soal beras SPHP yang dioplos menjadi premium. Untuk konteks kebijakan beras, baca juga: Beras SPHP Dioplos Jadi Premium: Rp12.500 Dijual Rp17.000.
Protein, telur, gula, dan minyak goreng
Kelompok protein hewani juga naik:
- Daging ayam ras segar: Rp53.750 per kg, naik 35,05%
- Daging sapi kualitas I: Rp162.500 per kg, naik 6,07%
- Daging sapi kualitas II: Rp151.900 per kg, naik 5,56%
- Telur ayam ras segar: Rp39.400 per kg, naik 33,79%
Liputan6 mencatat pergerakan serupa namun dengan besaran berbeda: daging sapi kualitas I turun dari Rp149.100 menjadi Rp145.700 per kg, daging ayam naik dari Rp38.700 ke Rp40.150 per kg, dan telur ayam naik dari Rp28.150 ke Rp28.950 per kg — tanda fluktuasi harian masih tinggi.
Untuk gula dan minyak:
- Gula pasir premium: Rp30.400 per kg, naik 47,57%
- Gula pasir lokal: Rp25.150 per kg, naik 29,31%
- Minyak goreng curah: Rp25.650 per liter, naik 26,35%
- Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp31.650 per liter, naik 30,52%
- Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp28.800 per liter, naik 22,81%
Kenapa angka antar media bisa beda?
Kedua kelompok angka di atas sama-sama bersumber dari PIHPS Nasional. Perbedaan Rp97.400 versus Rp124.400 untuk cabai rawit merah bukan kesalahan ketik, melainkan perbedaan waktu cuplikan:
1. Liputan6 mengutip data PIHPS Senin pagi dengan pembanding 29 Oktober 2026.
2. ANTARA, CNBC Indonesia, dan iNews mengutip data PIHPS per Senin pukul 09.52 WIB, dengan persentase kenaikan harian yang lebih rinci.
PIHPS menghimpun harga dari pasar tradisional di seluruh kabupaten/kota, sehingga rata-rata nasional bergerak mengikuti update yang masuk. Untuk kebutuhan belanja, gunakan angka terbaru per jam dan cek pasar terdekat lewat laman PIHPS, bukan hanya headline nasional.
Apa artinya untuk pembeli hari ini?
1. Prioritaskan belanja di pasar induk atau SPHP/operasi pasar untuk beras dan bawang jika selisih harga di eceran sudah di atas 20%.
2. Cabai rawit merah sedang di puncak — pertimbangkan substitusi cabai merah besar atau keriting yang harganya lebih rendah, atau beli dalam kemasan kering/beku untuk stok.
3. Telur dan ayam naik bersamaan — jika membeli mingguan, cek harga di dua pasar berbeda; selisih Rp1.000–Rp2.000 per kg masih umum antar lokasi.
4. Minyak goreng kemasan bermerek I paling tinggi kenaikannya — bandingkan dengan curah atau merek II yang masih di bawah Rp29.000 per liter.
PIHPS akan memperbarui data kembali pada Selasa, 3 November 2026. Jika tren berlanjut, tekanan harga pangan berpotensi mendorong inflasi bahan makanan pada minggu pertama November, setelah sebelumnya harga emas Antam juga naik ke Rp2.531.000 per gram pada 2 November.
