Para ilmuwan memastikan kelima "huruf" genetik pembangun DNA dan RNA — adenin, guanin, sitosin, timin, dan urasil — hadir lengkap dalam sampel murni dari asteroid Ryugu. Temuan yang dilaporkan awal November 2026 ini menguatkan dugaan bahwa bahan dasar kehidupan sudah terbentuk di luar angkasa miliaran tahun lalu, jauh sebelum tiba ke Bumi.
Studi yang terbit di jurnal Nature Astronomy (2026) itu menganalisis partikel Ryugu yang dibawa pulang misi Hayabusa2 milik badan antariksa Jepang (JAXA) pada 2020. Total 5,4 gram materi asteroid yang terjaga kemurniannya itu diteliti dalam kondisi laboratorium ultra-bersih agar tidak tercemar zat dari Bumi.
Dari satu huruf menjadi lima huruf utuh
Nukleobasa adalah molekul organik mengandung nitrogen yang menjadi "huruf" informasi genetik. Adenin dan guanin tergolong purin, sedangkan sitosin, timin, dan urasil tergolong pirimidin. Molekul-molekul ini bergabung dengan gula dan fosfat membentuk nukleotida — bata penyusun materi genetik yang memungkinkan makhluk hidup tumbuh, berkembang biak, dan berevolusi.
Pada 2023, tim internasional baru menemukan satu huruf — urasil — dalam sampel Ryugu, bersama vitamin B3 (niasin) yang penting bagi metabolisme. Kini tim ilmuwan Jepang memastikan kelima nukleobasa utama ada dalam dua sampel Ryugu yang diuji, dalam kadar yang kurang lebih seimbang. Molekul organik diekstraksi memakai air dan asam, lalu dimurnikan sebelum dideteksi.
Sampel murni jadi kunci
Temuan ini sejalan dengan hasil dari batuan luar angkasa lain. Meteorit Murchison yang jatuh di Australia pada 1969 dan meteorit Orgueil di Prancis pada 1864 sebelumnya sudah diketahui mengandung beragam molekul organik, termasuk nukleobasa. Namun meteorit yang jatuh ke Bumi berisiko tercemar selama perjalanan dan pendaratannya.
Bukti yang lebih bersih datang dari misi NASA ke asteroid Bennu, yang sampelnya pada 2025 juga menunjukkan kelima nukleobasa. Karena sampel Ryugu diambil langsung di luar angkasa dan dilindungi dari kontaminasi Bumi, ia memberi gambaran paling jernih tentang kimia Tata Surya purba — benda yang nyaris tidak berubah selama sekitar 4,5 miliar tahun.
Menariknya, komposisi tiap asteroid berbeda. Murchison kaya purin, sedangkan Bennu dan Orgueil lebih banyak mengandung pirimidin. Para peneliti menduga keseimbangan itu dipengaruhi amonia, molekul kunci yang menentukan nukleobasa mana yang terbentuk di lingkungan kimia masing-masing asteroid.
Bahan kehidupan mungkin diantar asteroid
Kesimpulannya, asteroid kaya karbon di seluruh Tata Surya menyimpan kimia prebiotik yang beragam — campuran molekulnya berbeda-beda tergantung lingkungan dan sejarah tiap asteroid. Bahan-bahan pembentuk materi genetik kemungkinan sudah terbentuk di luar angkasa, lalu diantarkan ke Bumi muda oleh asteroid, sehingga kisah asal-usul kehidupan di planet kita terhubung dengan kimia kosmos yang jauh lebih luas.
Perlu dicatat, temuan ini bukan bukti adanya kehidupan di Ryugu. Molekul organik juga bisa terbentuk lewat proses tak hidup, seperti reaksi kimia di asteroid. Yang ditunjukkan studi ini adalah ketersediaan bahannya — bukan makhluk hidupnya.
